Rabu, 30 Oktober 2013

Menstruasi Dengan Darah Berlebih :(




Terkadang, wanita mengalami pendarahan berlebih saat menstruasi. Hal itu pun membuat wanita semakin lemas karena kekurangan banyak darah. Namun apa penyebabnya? Coba simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Mag for Women berikut ini.

Hormon tidak seimbang

Dinding rahim yang mengalami pendarahan (menstruasi) disebabkan oleh kinerja hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita. Jika jumlah hormon tidak seimbang, darah yang meluruh dari dinding rahim biasanya akan lebih hebat dari biasanya dan membuat pendarahan semakin banyak.

Polip

Penyebab lain kenapa wanita mengalami pendarahan berlebih saat menstruasi adalah karena adanya polip di dinding rahim. Polip ini biasanya berbentuk kecil dan tidak berbahaya.

Spiral

Alat kontrasepsi berupa spiral adalah penyebab lain dari pendarahan berlebih saat menstruasi. Hal ini dikarenakan bahan dari spiral meningkatkan pendarahan dari dinding rahim. Jika tidak nyaman, spiral sebaiknya diangkat dan dihentikan pemakaiannya.

Gangguan rahim

Jika ada gangguan dalam rahim, pendarahan juga bisa meningkat ketika menstruasi. Contoh dari gangguan tersebut adalah jika wanita tidak mengalami siklus ovulasi, sehingga hormon progesteron tidak mampu diproduksi. Ketiadaan hormon progesteron akhirnya memicu pendarahan berlebih saat menstruasi.

Adenomyosis

Adenomyosis adalah penyebab lain dari pendarahan berlebih saat menstruasi. Hal ini terjadi jika endometrium diimplan pada otot rahim. Untuk menghindari kondisi yang semakin parah, segera hubungi dokter terdekat.

Demi menjaga kebugaran meski terjadi pendarahan berlebih saat menstruasi, seorang wanita perlu mengonsumsi makanan bergizi dan rajin berolahraga setiap hari.


Sumber : Merdeka.com

Kamis, 03 Oktober 2013

Nyeri Saat Haid




Kerap kali saat masa haid datang, Anda akan memilih meninggalkan semua aktivitas berat dan berbaring saja di ranjang. Bukan karena malas, tetapi karena rasa nyeri di perut yang mengganggu.

Bahkan, tidak hanya satu dua orang saja yang merasakan nyeri cukup parah hingga membuatnya pingsan dan lemas. Berbahayakah nyeri perut seperti itu?

Nyeri perut saat menstruasi sebenarnya wajar dialami wanita. Bahkan lebih dari 50% wanita yang sudah menstruasi selalu mengalaminya. Namun, ada beberapa hal yang patut dicermati dari rasa nyeri ini. Apabila memang nyerinya cukup sering dan sangat mengganggu, maka Anda disarankan sebaiknya menjalani pemeriksaan gynekologi.

Dikutip dari Cosmopolitan, ada beberapa jenis nyeri perut yang dialami wanita saat sedang menstruasi:

Nyeri perut biasa

Mengganggu, tetapi tidak sampai membuat Anda sampai pingsan berkali-kali atau kesakitan terlalu parah. Nyeri ini biasanya memang disebabkan oleh hormon prostaglandin, yang memicu reaksi kontraksi pada saluran kemih. Menurut Susan Brill, direktor Saint Peter's University Hospital di New Jersey, prostaglandin tersebut juga akan mempengaruhi kondisi perut, menyebabkan rasa mual serta diare.

Satu jam sekali

Nyeri perut ini disertai dengan pendarahan yang berlebihan, sampai mengharuskan Anda mengganti pembalut 1-2 kali setiap jamnya. Nah, apabila Anda mengalami hal seperti ini maka disarankan Anda menjalani pemeriksaan.

"Hal tersebut bisa saja disebabkan oleh tumor jinak di saluran kemih," ungkap Dr. Susan Brill. Biasanya ukurannya sebesar biji apel atau biji jeruk. Dan muncul pada wanita usia 30-an atau 40-an.

Kasus ini biasa disebut dengan fibroids, menyebabkan rasa sakit dan nyeri, serta membuat pendarahan jadi berlebihan. Umumnya pendarahan tidak akan berhenti 3-4 hari, tetapi bisa mencapai berminggu-minggu.

Endometriosis

Sebenarnya belum ada kejelasan apa yang menyebabkan hal ini. Tetapi, endometriosis adalah kondisi di mana saat lapisan yang seharusnya ada di rahim justru keluar dan tumbuh di luar organ terdekat.

Kondisi ini sulit didiagnosa karena biasanya menyebabkan rasa nyeri di perut bagian bawah, dan gejalanya mirip dengan nyeri menstruasi. Cara mengetahuinya adalah dengan pengecekan atau mengamati rasa kram yang dialami saat sedang berhubungan intim.

Pelvic Inflammatory

Adalah kondisi di mana nyeri di perut bagian bawah disertai dengan demam. Nah, kondisi seperti ini juga kerap dilaporkan banyak wanita. Ada rasa nyeri saat buang air kecil, dan warnanya berubah menjadi kehijauan.

Biasanya ini terjadi karena disebabkan adanya peradangan di dekat saluran kemih. Apabila dibiarkan akan berkembang menjadi infeksi dan menjadi penyakit gonorrhea atau chlamydia.

"Bila Anda mengalami nyeri seperti ini maka Anda harus lekas mendapatkan pengobatan. Ini bahaya bagi kondisi kesuburan Anda," tutup dokter Susan.

Apabila Anda mengalami nyeri dan kram yang membuat Anda merasa curiga, maka disarankan Anda melakukan pemeriksaan. Dengan pemeriksaan dini, Anda dapat mencegah berbagai penyakit wanita yang mengancam.


Sumber : Vemale.com